Anda menghabiskan waktu 4 jam di dapur menyiapkan sebuah kue tar. Mengaduk adonan, memanggang di oven, bahkan sebelumnya merepotkan diri ke supermarket dan toko kue demi membeli semua bahan. Setelah itu di ruang makan Anda duduk di kursi sambil dengan telaten menghiasi masterpiece ini. Tapi apa yang terjadi? Ternyata, anehnya, rasa kue ini berbeda-beda di mulut setiap orang. Memang ada yang merasakan kue manis dan lezat seperti yang Anda harapkan, tapi di lidah orang lain ada yang berubah menjadi masam, tawar, bahkan pedas. Jangankan itu, tampilan kuenya pun bisa berbeda-beda. Ada yang melihat hiasannya hancur tak karuan seolah penghiasnya orang buta! Bagaimana perasaan Anda? Frustasi? Tentu saja. Dan seperti itulah keadaannya bagi desainer Web beberapa tahun terakhir ini. Perbedaan tampilan dan kelakuan bisa muncul bukan hanya di merek browser berbeda, tapi di platform dan versi dari browser yang sama. Ya, perang browser telah memakan korban orang-orang tak berdosa: para desainer da...
Komentar
»